Example 728x250
BERANDABERITA KALTENGKEMBALI KEBERANDA

Sejumlah Komoditas Sumbang Inflasi di Kalteng Pada Maret 2025

209
×

Sejumlah Komoditas Sumbang Inflasi di Kalteng Pada Maret 2025

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, beritadigital.net – Tingkat inflasi Bulanan atau month-to-month (m-to-m) di provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Bulan Maret 2025 lalu sebesar 1,71 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) Maret 2025 sebesar 0,68 persen.

Sementara itu tingkat inflasi Tahunan year-on-year (y-on-y) di Provinsi Kalteng yakni sebesar 1,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,37.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 2,27 persen dengan IHK sebesar 09,52. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 0,93 persen dengan IHK sebesar 106,26,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti.

Hal tersebut ia sampaikan dalam siaran resmi statistik yang dilaksanakan bertempat di ruang pertemuan BPS Kalteng, Jalan Kapten Piere Tandean, Palangka Raya pada Selasa (8/4/2025).

Lanjutnya Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,28 persen.

Lalu ada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,90 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,23 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,98 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,92 persen.

Serta ada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,91 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,09 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,62 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,32 persen, kelompok transportasi sebesar 0,50 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.

Sementara itu ada beberapa fenomena pada bulan Maret 2025 yang menyebabkan inflasi, antara lain, Tarif Listrik, khususnya pra bayar, kembali ke tarif normal setelah 2 bulan mendapatkan diskon dari pemerintah.

Selain itu Pasar Ramadhan, selama Bulan Ramadhan yang jatuh pada tanggal 1 – 30 Maret 2025, permintaan terhadap berbagai komoditas bahan makanan mengalami peningkatan terutama bumbu-bumbuan, seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan bawang putih.

“Hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan seiring banyaknya pedagang musiman yang berjualan lauk untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Lalu ada komoditas Bawang merah mengalami kenaikan harga akibat berkurangnya stok dari sentra produksi di Jawa karena belum memasuki masa panen dan/atau menurunnya hasil produksi disebabkan curah hujan yang cukup tinggi.

Serta Emas Perhiasan, selain dikarenakan harga emas dunia yang masih terus meningkat, menjelang Hari Raya Idul Fitri ada kecenderungan masyarakat untuk membeli emas perhiasan.

Hadir dalam pers rilis tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, serta para stakeholder terkait lainnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *