Example 728x250
BERANDABERITA KALTENGKEMBALI KEBERANDA

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemprov Kalteng Serukan Aksi Nyata Atasi Polusi Plastik

414
×

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemprov Kalteng Serukan Aksi Nyata Atasi Polusi Plastik

Sebarkan artikel ini
Foto: Suasana peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia di lingkungan Pemprov Kalteng.

Palangka Raya, beritadigital.net — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan menggelar Apel Bersama dan Sarasehan di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Rabu (11/6/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Hentikan Polusi Plastik” sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis sampah plastik yang semakin mengancam keberlangsungan lingkungan hidup.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, mewakili Gubernur membacakan sambutan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Dalam sambutannya, Leonard menekankan bahwa Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar agenda tahunan, melainkan panggilan moral untuk beraksi dalam menghadapi darurat sampah plastik.

“Plastik bukan lagi hanya masalah visual, tapi menjadi ancaman ekologis serius bagi ekosistem laut, kehidupan manusia, dan masa depan bumi,” ujar Leonard di hadapan peserta apel.

Merujuk pada data SIPSN 2023, Indonesia menghasilkan sekitar 56,6 juta ton sampah setiap tahunnya, dengan 10,8 juta ton di antaranya merupakan plastik. Namun, hanya sekitar 39 persen sampah yang dikelola secara layak.

Leonard menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi ini, apalagi jika tidak ada langkah strategis, tempat pembuangan akhir (TPA) di seluruh Indonesia diprediksi akan penuh pada tahun 2028.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemprov Kalteng menyerukan seluruh pemerintah daerah untuk menyusun Peraturan Daerah mengenai pelarangan plastik sekali pakai, memperkuat infrastruktur pengolahan sampah di tingkat lokal, serta menjadikan ruang-ruang publik sebagai pusat edukasi ramah lingkungan.

Leonard juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ia mendorong perubahan gaya hidup yang sederhana namun berdampak, seperti membawa botol minum sendiri, menolak sedotan plastik, dan menggunakan tas belanja guna ulang.

“Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil. Kalian semua adalah agen perubahan, bukan hanya penonton dalam krisis iklim ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, menyampaikan bahwa dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, pihaknya telah menggulirkan berbagai program, salah satunya penguatan Desa Proklim (Program Kampung Iklim).

Tercatat sudah 15 desa di Kalimantan Tengah yang menerima bantuan, terutama berupa alat pengolahan sampah. DLH juga tengah mempersiapkan bantuan tambahan berupa alat berat untuk mendukung pengelolaan sampah di desa-desa tersebut.

“Dalam waktu dekat, kami berharap Bapak Gubernur bisa ikut menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan komunitas lingkungan,” kata Joni.

Kegiatan apel ditutup dengan ajakan untuk menjadikan aksi lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, demi terciptanya masa depan bumi yang bersih dan lestari. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *