Palangka Raya, beritadigital.net — Wakil Ketua Umum KADIN Kalimantan Tengah Bidang Perekonomian, Rio Kriswana, menyambut positif keputusan S&P Global Ratings yang kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan Outlook Stabil.
Menurut Rio, keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi, fiskal, dan sektor keuangan di tengah berbagai tantangan global.
“Rating ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan bentuk kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi, fiskal, dan sektor keuangan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, status investment grade yang dimiliki Indonesia dapat meningkatkan keyakinan investor untuk menanamkan modalnya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan investasi, menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, serta memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.
Rio menilai Kalimantan Tengah memiliki peluang besar untuk memanfaatkan momentum tersebut melalui pengembangan berbagai sektor unggulan yang selama ini menjadi kekuatan daerah.
“Kepercayaan global terhadap Indonesia harus dapat diterjemahkan menjadi investasi nyata di daerah, termasuk Kalimantan Tengah,” katanya.
Sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, hilirisasi, energi, pariwisata, hingga ekonomi hijau disebut memiliki prospek yang menjanjikan untuk menarik investasi baru. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
“Stabilitas ekonomi nasional akan turut memperkuat ekosistem pembiayaan dan membuka peluang yang lebih besar bagi usaha produktif untuk berkembang,” tuturnya.
Meski membawa sentimen positif, Rio mengingatkan bahwa berbagai tantangan global tetap perlu diantisipasi, mulai dari ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, fluktuasi harga komoditas, hingga dinamika pasar keuangan internasional.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga disiplin fiskal, memperkuat sektor riil, meningkatkan produktivitas nasional, serta menjaga stabilitas sistem keuangan agar kepercayaan investor dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang. (Zbl)












