Example 728x250
BERANDABERITA KALTENGKEMBALI KEBERANDA

Gubernur Kalteng Dorong Huma Betang Jadi Pusat Pelestarian Budaya Dayak

21
×

Gubernur Kalteng Dorong Huma Betang Jadi Pusat Pelestarian Budaya Dayak

Sebarkan artikel ini
Foto: Suasana pemancangan tiang perdana pembangunan Huma Betang di eks kantor Dishut Kalteng.

Palangka Raya, Beritadigital.net — Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan pembangunan Huma Betang di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga akan difungsikan sebagai pusat pelestarian budaya Dayak yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lintas generasi. Hal itu disampaikannya saat pemancangan tiang perdana pembangunan Huma Betang di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Agustiar, Huma Betang merupakan representasi nilai-nilai luhur masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun, seperti kebersamaan, toleransi, gotong royong, dan persatuan. Nilai tersebut harus terus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Huma Betang bukan hanya rumah adat, tetapi juga simbol kehidupan masyarakat Dayak yang mengajarkan kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita pelihara dan wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan Huma Betang merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menjaga identitas budaya daerah. Menurutnya, masyarakat tidak boleh melupakan sejarah dan budaya karena keduanya menjadi fondasi jati diri suatu bangsa.

Agustiar berharap keberadaan Huma Betang nantinya menjadi ruang edukasi yang mampu memperkenalkan sejarah, filosofi, dan kekayaan budaya Dayak kepada generasi muda. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh dengan rasa bangga terhadap warisan budaya leluhurnya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga terus mendorong penguatan pendidikan budaya melalui muatan lokal dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah agar nilai-nilai budaya Dayak tetap terpelihara dan berkembang di kalangan generasi muda.

Ia menjelaskan, bangunan Huma Betang akan menggunakan dominasi material kayu ulin yang dikenal memiliki daya tahan tinggi hingga ratusan tahun. Selain kuat, penggunaan kayu ulin juga melambangkan keteguhan dan kekokohan yang menjadi filosofi masyarakat Dayak.

Bangunan tersebut dirancang memiliki kapasitas besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan budaya, pendidikan, sosial, hingga pertemuan masyarakat.

“Keberadaan Huma Betang ini diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah, memperkuat identitas budaya Dayak, serta menjadi warisan berharga yang dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi yang akan datang,” tutup Agustiar. (Zbl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *