Example 728x250
BERANDABERITA KALTENGKEMBALI KEBERANDAPENDIDIKAN

Politeknik Sampit Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Penyandang Disabilitas

60
×

Politeknik Sampit Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Foto: Pihak Perguruan Tinggi Vokasi Politeknik Sampit saat menyambangi sekretariat komunitas penyandang disabilitas di Jalan G. Obos XIX B No. 30, Kota Palangka Raya.

Palangka Raya, Beritadigital.net — Komitmen Politeknik Sampit dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas terus berlanjut. Kampus tersebut kembali menyosialisasikan program kuliah gratis kepada komunitas penyandang disabilitas di Kalimantan Tengah.

Sosialisasi berlangsung di sekretariat komunitas penyandang disabilitas di Jalan G. Obos XIX B No. 30, Kota Palangka Raya, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Direktur III Politeknik Sampit, Abdul Azis, bersama Sekretaris Program Studi Teknologi Informasi, Achmad Afiffudin Nurzein.

Abdul Azis mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bentuk komitmen kampus untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada penyandang disabilitas dalam memperoleh pendidikan tinggi.

Ia menyebutkan, program kuliah gratis tersebut telah memasuki tahun kedua. Melalui program ini, mahasiswa penyandang disabilitas tidak dikenakan biaya pendidikan hingga menyelesaikan masa studi selama tiga tahun.

“Tahun ini merupakan tahun kedua kami kembali hadir mengajak teman-teman penyandang disabilitas untuk berkuliah. Sesuai amanat Ketua Yayasan Roy Buana, seluruh biaya perkuliahan ditanggung hingga lulus,” kata Abdul.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan kemandirian dan membuka peluang yang lebih besar bagi penyandang disabilitas di masa depan.

Sementara itu, Ketua DPD Aliansi Disabilitas Nusantara sekaligus Ketua DPD Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas Kalteng, Junia Rendi, menyambut positif keberlanjutan program tersebut.

Rendi mengatakan, masih terdapat sejumlah kebutuhan mendasar yang menjadi perhatian komunitas penyandang disabilitas, terutama berkaitan dengan tempat tinggal, pendidikan, dan pekerjaan.

“Komunitas kami memiliki tiga kebutuhan utama yang harus mendapat perhatian, yakni tempat tinggal, pendidikan, dan pekerjaan,” ujarnya.

Ia menilai program pendidikan gratis dari Politeknik Sampit menjadi salah satu bentuk dukungan nyata yang dapat membantu penyandang disabilitas memperoleh bekal pendidikan untuk meningkatkan peluang mereka di dunia kerja.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua DPD Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Kalteng, Syamsiah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keberlanjutan program dinilai menunjukkan adanya kepedulian perguruan tinggi terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Rendi berharap program kuliah gratis tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas di Kalimantan Tengah.

“Kami sangat bersyukur karena program kuliah gratis penuh ini kembali dilaksanakan. Bantuan pendidikan seperti ini sangat berarti bagi teman-teman penyandang disabilitas,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *