Example 728x250
BERANDABERITA KALTENGKEMBALI KEBERANDA

Mahasiswa ISI Yogyakarta dan DAD Kalteng Gelar Pagelaran Tari “Panamuei”

226
×

Mahasiswa ISI Yogyakarta dan DAD Kalteng Gelar Pagelaran Tari “Panamuei”

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, beritadigital.net – Mahasiswa Institut Seni Yogyakarta (ISI) menggelar Pagelaran Tari Panamuei 2024 berlangsung di Halaman Betang Hapakat, Jalan RTA Milono, Palangka Raya pada Jum’at (13/12/2024).

Acara yang diinisiasi Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah ini menjadi panggung megah untuk menampilkan kekayaan seni tradisional Dayak sekaligus mengingatkan pentingnya pelestarian budaya lokal. 

Acara ini dibuka dengan antusiasme yang tinggi, menghadirkan tarian tradisional khas Dayak yang sarat akan makna filosofis. Selain menjadi hiburan, setiap gerakan tari yang ditampilkan menyampaikan pesan mendalam tentang harmoni dengan alam, toleransi, dan kebersamaan, nilai-nilai yang menjadi inti dari filosofi *Huma Betang*. 

Plh. Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Suharno, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pelestarian seni budaya ini. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa seni dan budaya bukan hanya elemen dekoratif, tetapi fondasi penting dalam membangun karakter bangsa. 

“Seni budaya seperti Tari Panamuei adalah cerminan jati diri masyarakat Kalimantan Tengah. Ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga potensi besar untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan mempromosikan Kalimantan Tengah di mata dunia,” ujar Suharno. 

Sementara itu, Ketua Umum DAD Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran melalui Sekretaris Umum Yulindra Dedy, dalam pidatonya menyampaikan bahwa Tari Panamuei adalah simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap alam. Ia berharap pagelaran ini dapat menjadi penghubung antara generasi muda dengan tradisi yang harus terus dijaga. 

“Tari Panamuei adalah media untuk mengenalkan nilai-nilai budaya Dayak kepada generasi muda. Ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan cerminan identitas yang harus kita lestarikan bersama,” ungkap Yulindra. 

Melibatkan komunitas seni lokal, pagelaran ini menghadirkan kolaborasi spektakuler. Para penari yang mengenakan kostum tradisional khas Dayak tampil anggun, diiringi musik etnik yang memukau. Penonton diajak menyelami keindahan budaya Dayak melalui setiap gerakan yang penuh simbol dan makna. 

Dengan mengusung tema pelestarian budaya, Pagelaran Tari Panamuei 2024 diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghidupkan seni tradisional, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mencintai tradisi. Acara ini juga menjadi platform penting untuk mempromosikan potensi pariwisata berbasis budaya di Kalimantan Tengah. 

“Budaya adalah kekuatan yang menyatukan dan mengarahkan kita untuk menjaga warisan leluhur sambil tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” tutup Yulindra, penuh harap. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *