Barito Timur, beritadigital.net – Menjelang Pilkada serentak pada 27 November 2024, suhu politik di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, semakin memanas. Salah satu isu yang kini mengemuka adalah somasi terbuka yang diterima oleh Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Tengah, Pancani Gandrung.
Somasi tersebut terkait dengan utang piutang yang melibatkan dana sebesar Rp 2,75 miliar, yang diduga digunakan untuk kebutuhan politik Pancani dalam Pilkada di Kabupaten Barito Timur pada 2020 lalu.
Somasi ini dilayangkan oleh tim kuasa hukum Ary Egahni, melalui Kantor Hukum Bias Layar dan rekan. Dalam somasi tersebut, pihak kuasa hukum menuntut Pancani untuk segera melunasi pinjaman yang diberikan dalam tiga tahap: Rp 500 juta pada tahap pertama, Rp 2 miliar pada tahap kedua, dan Rp 250 juta pada tahap ketiga.
Pinjaman ini, menurut kuasa hukum, digunakan untuk kebutuhan politik Pancani dalam pemilihan sebelumnya.
“Kami telah memberikan dua somasi tertutup sebelumnya, namun tidak ada tanggapan yang memadai. Kini kami terpaksa melayangkan somasi terbuka sebagai langkah terakhir untuk menuntut penyelesaian masalah ini,” ujar Andi Kristianto, perwakilan kuasa hukum Ary Egahni, dalam konferensi pers yang digelar di Palangka Raya pada Senin (27/9/2024) lalu.
Somasi terbuka ini juga mencantumkan ancaman langkah hukum lebih lanjut jika Pancani tidak memberikan respons dalam waktu yang ditentukan. Tim kuasa hukum mengklaim memiliki bukti kuat yang mendukung klaim mereka mengenai utang tersebut, yang diduga masih belum dilunasi hingga kini.
Sementara itu, Pancani Gandrung tetap melanjutkan kegiatan kampanyenya bersama pasangannya, Raran, di Lapangan Bola Lebo Ampah pada Sabtu, (16/11/2024). Meski hujan deras dan kondisi lapangan yang berlumpur, kampanye tetap berlangsung dengan dihadiri oleh pendukungnya.

Namun, wartawan yang mencoba mengkonfirmasi langsung dengan Pancani mengenai masalah somasi ini menemui jalan buntu. Pancani terlihat menghindar dan tidak memberikan klarifikasi apapun terkait isu utang tersebut. Sikap ini menambah kekecewaan sejumlah pihak, terutama para pendukung yang berharap bisa mendengar penjelasan langsung dari calon Bupati tersebut.
Keheningan Pancani terkait somasi ini menambah ketegangan politik yang mulai tercipta menjelang Pilkada. Isu utang yang belum jelas penyelesaiannya menjadi salah satu sorotan penting yang bisa mempengaruhi kepercayaan publik terhadap pasangan Pancaran.
Saat ini, banyak pihak yang menunggu langkah selanjutnya dari Pancani dan tim kampanyenya untuk memberikan penjelasan terkait masalah ini, yang dapat berpengaruh besar pada dukungan pemilih.
Dengan semakin dekatnya hari pencoblosan, dinamika politik di Barito Timur diperkirakan akan terus berkembang, dan isu ini bisa menjadi salah satu faktor penentu dalam Pilkada mendatang. (red)












