Example 728x250
BERANDABERITA KALTENGKEMBALI KEBERANDA

Provinsi Kalteng Alami Deflasi Bulanan Sebesar 0,53 Persen Pada Mei 2025

227
×

Provinsi Kalteng Alami Deflasi Bulanan Sebesar 0,53 Persen Pada Mei 2025

Sebarkan artikel ini
Foto: Suasana pers rilis yang digelar oleh BPS Provinsi Kalteng.

Palangka Raya, beritadigital.net – Pada Bulan Mei 2025, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara month-to-month (m-to-m) atau jika dibandingkan Bulan sebelumnya, mengalami deflasi sebesar 0,53 persen.

“Provinsi Kalimantan Tengah berada di posisi ke-12 deflasi m-to-m terdalam pada level nasional khususnya pada Bulan Mei lalu,” ucap ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti.

Hal tersebut ia sampaikan dalam siaran resmi statistik yang dilaksanakan bertempat di ruang pertemuan BPS Kalteng, Jalan Kapten Piere Tandean, Palangka Raya pada Senin (2/6/2025)

Sementara secara year on year (y-on-y) terjadi inflasi sebesar 0,46 persen dan secara tahun kalender (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 0,76 persen. Pada level nasional, terjadi deflasi m-to-m sebesar 0,37 persen. Sedangkan secara y-on-y, terjadi inflasi nasional sebesar 1,6 persen.

Adapun sejumlah komoditas yang memberikan andil pada terjadinya deflasi Bulanan di Provinsi Kalteng, yakni Cabai Rawit, Ikan Gabus, Bawang Merah, Ikan Nila, Bayam, Bawang Putih, Cabai Merah, Daging Ayam Ras, Ikan Papuyu dan Udang Basah.

“Meskipun secara umum mengalami deflasi, ada beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga atau inflasi, diantaranya Tomat, Tarif Pulsa Ponsel, dan Emas Perhiasan dengan andil masing-masing sebesar 0,02 persen,” ujar Agnes.

Adapun secara spasial, 4 kabupaten/kota IHK di Provinsi Kalteng secara month to month/bulanan seluruhnya mengalami deflasi. Deflasi month to month di Sampit tercatat sebesar 0,08 %; Kabupaten Kapuas sebesar 1,43 %; Kabupaten Sukamara sebesar 0,27 persen; dan Kota Palangka Raya sebesar 0,15 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi bulanan di seluruh Kab/Kota, yaitu Cabai Rawit dan Bawang Merah.

Beberapa fenomena pada bulan Mei 2025 yang menyebabkan deflasi/inflasi, antara diantaranya;
Cabai Rawit mengalami penurunan seiring dengan melimpahnya pasokan di musim panen, baik dari local maupun luar daerah (Jawa dan Banjarmasin).
Bawang Merah mengalami penurunan seiring dengan panen raya di berbagai wilayah sentra, seperti Brebes dan Bima.
Emas Perhiasan harganya semakin meningkat, baik mengikuti harga emas dunia maupun dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang rupiah.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng melalui Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *