Example 728x250
BERANDABERITA KALTENGKABAR LEGESLATIFKEMBALI KEBERANDA

Desa dan Kelurahan Siaga TBC Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pengendalian Tuberkulosis di Kalteng

10
×

Desa dan Kelurahan Siaga TBC Dinilai Jadi Kunci Percepatan Pengendalian Tuberkulosis di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Foto: Anggota DPRD Provinsi Kalteng, Agie.

Palangka Raya, Beritadigital.net — Upaya pengendalian tuberkulosis (TBC) di Kalimantan Tengah dinilai perlu diperkuat melalui pendekatan berbasis masyarakat. Salah satu langkah yang mendapat perhatian adalah pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga sekaligus mempercepat penemuan kasus di lingkungan masing-masing.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Agie, mengatakan keberadaan Desa dan Kelurahan Siaga TBC dapat menjadi sarana efektif untuk membangun pemahaman masyarakat terkait bahaya penyakit tersebut. Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara langsung di tingkat desa dan kelurahan akan lebih mudah menjangkau warga dibandingkan hanya mengandalkan sosialisasi dari pemerintah atau fasilitas kesehatan.

“Pencegahan TBC tidak bisa hanya dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan. Masyarakat harus ikut berperan dan diposisikan sebagai aktor utama agar penanganannya di lapangan menjadi jauh lebih efektif dan humanis,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader kesehatan, perangkat desa dan kelurahan, ketua RT dan RW, hingga petugas puskesmas. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengawasan, edukasi, serta pendampingan terhadap masyarakat yang berisiko maupun pasien yang sedang menjalani pengobatan.

Agie menambahkan, sejumlah daerah di Kalimantan Tengah mulai mengembangkan inisiatif pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC. Langkah itu dianggap sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperluas upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Ia berharap program tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah dengan tingkat mobilitas penduduk yang tinggi. Dengan cakupan yang lebih luas, upaya edukasi dan deteksi dini diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

“Harapan kami program ini dapat berjalan berkelanjutan dan nantinya diterapkan lebih luas di seluruh daerah di Kalteng. Jika berhasil, Desa dan Kelurahan Siaga TBC bisa menjadi model penguatan kesehatan masyarakat berbasis komunitas yang efektif,” katanya.

Lebih lanjut, Agie menegaskan DPRD Kalteng siap mendukung kebijakan maupun program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dukungan tersebut, lanjutnya, juga dapat diwujudkan melalui penguatan anggaran dan sinergi lintas sektor agar penanganan TBC berjalan lebih maksimal.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat yang aktif menjadi faktor penting dalam memutus rantai penularan TBC. Karena itu, Desa dan Kelurahan Siaga TBC diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat edukasi kesehatan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih sehat. (Zbl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *