Example 728x250
BERANDABERITA KALTENGKEMBALI KEBERANDA

Apel Siaga Karhutla, Polda Kalteng Tegaskan Kesiapan Hadapi Musim Kemarau

207
×

Apel Siaga Karhutla, Polda Kalteng Tegaskan Kesiapan Hadapi Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, beritadigital.net – Dalam rangka mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2025, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menggelar Apel Kesiapsiagaan Personel dan Sarana Prasarana di Lapangan Barigas Mapolda Kalteng pada Jumat (16/5/2025).

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memimpin langsung apel yang turut dihadiri oleh Wakapolda Kalteng Irjen Pol Dr. Rahmat Setiadi, Gubernur Kalimantan Tengah, unsur Forkopimda, Korem 102/Pjg, Kejaksaan Tinggi Kalteng, instansi terkait, serta para relawan dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Iwan Kurniawan menekankan pentingnya kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi musim kemarau yang rawan karhutla. Ia menyebutkan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik agar penanggulangan karhutla dapat dilakukan secara maksimal.

“Kalimantan Tengah memiliki tingkat kerawanan karhutla yang tinggi. Setiap musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan selalu menjadi isu utama yang berdampak besar pada lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data tiga tahun terakhir, Kapolda mengungkapkan bahwa terjadi fluktuasi dalam kasus karhutla. Tahun 2023 mencatat lonjakan signifikan dengan 8.506 hotspot dan 1.811 kejadian karhutla, menghanguskan lebih dari 5.500 hektare lahan. Namun, tahun 2024 menunjukkan tren penurunan dengan tercatat 3.163 hotspot hingga Oktober, atau turun hampir 60%.

Wilayah-wilayah seperti Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Katingan menjadi daerah yang paling terdampak. Meski begitu, Palangka Raya yang sempat mencatat 99 kasus pada tahun 2024 juga tetap menjadi fokus pengawasan.

Kapolda menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan peran aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla. Langkah-langkah strategis seperti deteksi dini melalui satelit, patroli rutin, sistem pelaporan cepat, serta edukasi publik harus terus diperkuat.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi antar instansi dan masyarakat, khususnya dalam mengubah perilaku membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Ia juga mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi “Lancang Kuning” sebagai alat bantu pemantauan dan penanggulangan karhutla, serta menyerukan seluruh jajaran Polda Kalteng untuk menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Kalimantan Tengah, Bumi Tambun Bungai, agar tetap hijau dan bebas dari bencana karhutla,” pungkas Irjen Pol Iwan Kurniawan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *