Palangka Raya, berita digital.net – Ketua Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Drs. Walter S. Penyang, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Polres Kotawaringin Timur (Kotim) dalam mengungkap dan menangani kasus tindak pidana asusila yang melibatkan korban anak di bawah umur hingga menyebabkan kematian. Hal ini disampaikannya pada Selasa (14/1/2025).
Menurut Walter, tindakan tegas Polres Kotim menunjukkan komitmen yang tinggi dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya. Meskipun kasus ini terjadi pada 2023 dan baru terungkap melalui pemberitaan media, Polres Kotim dinilai tetap konsisten dalam mencari pelaku yang sebelumnya sempat melarikan diri.
“Langkah penangkapan pelaku ini membuktikan bahwa Kepolisian tidak tinggal diam. Dengan kerja keras, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan saat ini sedang menjalani proses hukum,” ungkapnya.
Walter juga mengimbau Polres Kotim untuk tidak terpengaruh oleh laporan adat yang mungkin muncul terkait penangkapan pelaku di sekitar lokasi ritual adat Tiwah. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap berjalan sesuai aturan untuk menciptakan keadilan dan keamanan masyarakat.
“Pihak penyelenggara ritual adat Tiwah telah mengonfirmasi bahwa pelaku bukan bagian dari keluarga maupun panitia kegiatan. Penangkapan ini juga tidak mengganggu jalannya acara. Bahkan mereka mendukung tindakan Polres demi menjaga keamanan dan ketertiban,” jelas Walter.
Ia menambahkan, selama proses hukum dilakukan secara profesional tanpa mengganggu aktivitas adat, MBAHK akan terus memberikan dukungan. Namun, apabila tindakan tersebut mengganggu jalannya ritual, petugas Polri dapat dikenakan sanksi adat sesuai aturan yang berlaku.
MBAHK juga berkomitmen untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi polemik terkait isu adat dan hukum.
“Ke depan, kami berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat adat dapat terus terjalin dengan baik. Penanganan kasus seperti ini harus dilakukan secara profesional dan tidak menunggu hingga viral,” tutup Walter.
Dengan dukungan dari tokoh adat dan masyarakat, Polres Kotim diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya untuk memastikan hukum ditegakkan dengan adil demi menciptakan rasa aman bagi semua pihak. (red)












